RSS

Diet Ala Food Combining, Coba yuk !!!

Kalau selama bertahun-tahun kemaren kamu ngerasa susah banget buat yang namanya nurunin berat badan, Naaahhh sekaranglah saatnya kamu buktikan kalau kamu bisa. Tapi gimana caranya? Food Combining bisa ngebantu kamu loh, emang siapa sih Food combining itu? Ko bisa ngebantu nurunin berat badan? Mmmmmmmm, pepatah mengatakan Tak Kenal Maka Tak Sayang makanya kenalan dulu sama Food Combining… yukkk mari kita bahas biar kamu makin kenal ama si Food Combining.
Mungkin banyak dari temen-temen yang belum kenal dengan program diet Food Combining, mungkin berasa asing di telinga (masih terkenal alien disbanding Food Combining). Food combining sebenernya bukan cara baru buat menurunkan berat badan, Pola makan dengan aturan seperti ini sudah pernah dijalankan sekitar 2000 tahun yang lalu oleh suku Esseni yang hidup di wilayah Palestina. Dan sekarang orang banyak mengenal Food Combining sebagai pola makan Fit for life. Nah kita kenalan dulu sama yang punya Food Combining nih namanya AS, Dr. William Howard Hay seorang ahli bedah. Dr Hay ini yang mempopulerkan Food Combining ke masyarakat di jamannya dulu, dia melakukan diet Food Combining ini setelah dia bebas dari penyakitnya dan dia menjalankan program diet ini selama 3 bulan. Selama 3 bulan menjalankan program diet ini dia tidak lagi menderita penyakit ginjal kronis, tekanan darah tinggi, pembengkakan jantung dan berat badannya ikutan susut alias turun sebanyak 100 kg.

PRINSIP FOOD COMBINING
Food combining sebenernya mengikuti standar pola makan 4 Sehat. Cuma saja, food combining mempertimbangkan juga efektivitas penyerapan zat gizi dan zat fitokimiawi gizi dalam makanan. Makanya, asupan makanan diatur mengikuti siklus alami tubuh. Hal yang paling menonjol dalam food combining adalah kita tidak disarankan menyantap nasi, lauk-pauk, sayur, dan buah sekaligus dalam satu jam makan.
Pada dasarnya, inti dari food combining mencakup empat hal.

Pertama, kita disarankan mengkonsumsi makanan segar dan alami, serta menjauhi makanan yang telah diproses. Sayuran dan buah segar menjadi bagian utama menu sehari-hari. Sekalipun demikian, jangan takut kelaparan, karena kita dibebaskan mengkonsumsi makanan sumber karbohidrat, yang bisa membuat kenyang. Lauk-pauk sumber protein, yang bermanfaat pula meningkatkan kegurihan hidangan, tidak boleh diabaikan.
Yang tidak disarankan adalah makanan olahan, karena tidak lagi alami. Seperti makanan kalengan, makanan awetan (sawi asin, manisan buah, abon), dan makanan mengandung food additives (MSG, pewarna sintetis). Kecuali tempe dan yogurt, karena kandungan senyawa fitokimiawinya justru menjadi makin kaya setelah mengalami proses pengolahan. Beras putih slip yang mengalami proses pemucatan, penambahan esens (biasanya esens pandan), dan pengasapan pengawetan tidak disarankan. Paling baik mengkonsumsi beras merah, boleh juga beras putih tumbuk.

Kedua, food combining menegaskan pentingnya menyantap kombinasi makanan mengikuti siklus alami metabolisme tubuh. Berbeda dari kebiaasan selama ini yang hanya mementingkan mendapatkan energi dari asupan makanan, dengan makan semuanya sekaligus secara campur aduk.
Pengaturan kombinasi makanan membuat tubuh lebih hemat menggunakan energi untuk memproses makanan. Dampaknya, tubuh menjadi lebih bugar dan bertenaga. Penghematan penggunaan energi ini juga bermanfaat menghambat kerusakan sel akibat ekploitasi sel dan organ tubuh secara berlebihan. Inilah salah satu alasan mengapa orang-orang yang menerapkan pola makan food combiningumumnya tampak bugar dan awet muda. (Faktor lain, karena mereka banyak mengkonsumsi serat alami dari sayuran dan buah-buahan segar yang juga kaya antioksidan.)
Pengaturan kombinasi makanan penting untuk meningkatkan efektivitas proses pencernaan makanan. Setiap jenis makanan, baik sumber karbohidrat, sumber protein, sayuran, maupun buah, memerlukan enzim pencernaan berbeda. Jika makanan disantap bersamaan atau hampir bersamaan, maka proses pencernaan tidak berjalan efektif, sehingga banyak zat gizi dan zat fitokimiawi nirgizi yang terbuang.

Ketiga, food combining mementingkan keseimbangan asam-basa tubuh. Kesimpulan serangkaian penelitian menyebutkan proses pencernaan makanan berjalan paling efektif jika jaringan tubuh dan darah (bukan lambung) dalam kondisi netral cenderung basa, dengan pH 7,35 – 7,45. Jika tubuh dalam kondisi asam, kita menjadi mudah kembung dan diare.

Keempat, food combining tidak memerlukan takaran konsumsi makanan. Kita bisa makan dalam jumlah lebih bebas, sejauh kombinasinya serasi. Sebagai sarana berdiet, baik untuk mencapai berat badan ideal, diet penyakit, maupun untuk mencapai kesehatan prima, food combining sangat mudah dipraktekkan oleh awam sekalipun. Bekal utama yang paling diperlukan hanyalah kiat makan dengan kombinasi makanan yang serasi.

SIKLUS ALAMI TUBUH
Tubuh melakukan tiga aktivitas pengelolaan asupan makanan secara simultan selama 24 jam, yang meliputi mencerna makanan, menyerap sari makanan, dan membuang sampah makanan. Namun aktivitas tersebut tidak giat dalam periode waktu bersamaan. Masing-masing memiliki masa aktif berbeda, sehingga membentuk rantai kerja dalam siklus alami yang sambung-menyambung.
Sejak pukul 04.00 dini hari hingga 12.00 tengah hari, tubuh giat membuang sampah makanan. Sebagian besar energi tubuh terpakai untuk melakukan proses tersebut. Agar energi tubuh sepenuhnya tercurah untuk proses pembuangan, sepanjang waktu tersebut disarankan tidak mengisi perut dengan makanan berat. Sarapan berupa sumber karbohidrat (nasi, roti), sayuran, dan lauk-pauk hanya akan menyita energi tubuh, sehingga proses pembersihan sampah makanan terhambat.
Santap buah-buahan segar atau minum jus buah segar tanpa tambahan apapun sebagai menu sarapan maupun kudapan sepanjang rentang waktu tersebut. Selain tidak butuh proses pencernaan lama (10 – 45 menit), buah segar menyediakan sumber energi siap pakai. Boleh buah apa pun, kecuali durian, nangka, cempedak. Hanya saja, melon, semangka, blewah, hamigua, dan buah jenis Cucurbitaceae sebaiknya tidak dimakan bersama buah lain, karena proses pencernaannya sangat singkat.
Pukul 12.00- 20.00 merupakan rentang waktu bagi tubuh untuk menjalankan fungsi mencerna makanan. Inilah saat paling tepat untuk mengisi perut dengan makanan yang proses cernanya berat dan lama, yakni sumber karbohidrat, sumber protein (hewani maupun nabati), dan sayuran. Waktu cerna karbohidrat 3 jam, protein 4 jam, dan sayuran 2 jam. Sementara waktu cerna lemak 6 – 8 jam. Karena itu, lemak sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah terbatas, agar tidak mengganggu proses pencernaan makanan lain yang waktu cernanya lebih singkat.
Namun mengingat proses pencernaan makanan paling efektif akan berakhir pukul 20.00, makan malam hendaknya sudah selesai satu jam sebelumnya. Agar pada pukul 20.00 malam hingga 04.00 dini hari, tubuh dapat menjalankan fungsi penyerapan sari makanan dengan baik. Jika kita telat makan, penggunaan energi tubuh yang sedianya terpusat pada proses penyerapan sari makanan akan terbagi untuk mencerna makanan. Akibatnya, tubuh akan memboroskan energi dan menyia-nyiakan sari makanan.
Makan tengah malam dengan menu komplet (sumber karbohidrat, sumber protein, dan/atau sayuran) akan mengacaukan siklus alami tubuh. Proses penyerapan sari makanan akan tertunda, karena tubuh harus berbagi energi untuk mencerna makanan yang datang tidak pada waktunya. Kekacauan siklus alami ini dapat mengakibatkan ketidaknyamanan di pagi hari, seperti buang air besar tidak lancar, perasaan gelisah, kurang bersemangat.
Jika merasa lapar pada malam hari, usahakan menyantap makanan yang tidak membebani proses alami tubuh. Buah-buahan segar bisa menjadi pilihan. Untuk mendapatkan rasa kenyang yang mantap, kita bisa makan pisang segar (bukan pisang rebus/goreng). Boleh ditambah yogurt dengan tambahan madu. Bisa juga buah, yogurt, dan madu diblender hingga menjadi lassie atau smoothie, jus dengan tekstur kental dan pekat.
Selain pada periode pembuangan (pukul 04.00 – 12.00), buah-buahan segar atau jus buah segar tetap boleh dinikmati di luar waktu tersebut. Namun hendaknya disantap 45 -60 menit sebelum tiba saat makan berat, agar proses pencernaan buah sudah akan selesai begitu tubuh harus mulai mencerna makanan berat. Food combining tidak mendukung konsumsi buah setelah makan berat seperti yang selama ini kita lakukan.

KESEIMBANGAN ASAM-BASA TUBUH
Kesehatan tubuh bisa tetap terjaga jika pH jaringan dan pH darah bersifat netral cenderung basa. Untuk mempertahankan kondisi tersebut, pengaturan asupan makanan mengikuti pola makan food combining memegang   peranan utama. Yakni dengan mengkombinasikan antara makanan pembentuk asam dengan makanan pembentuk basa, sehingga masing-masing dapat saling menetralkan.
Sifat sebagai pembentuk asam-basa ini tidak berhubungan dengan rasa bahan makanan. Sebagai contoh, sekalipun rasanya asam, air jeruk lemon/nipis merupakan cairan pembentuk basa, bukan pembentuk asam.
Demikian pula dengan buah-buahan matang yang rasanya asam, seperti jeruk bali, nanas, stroberi, kiwi. Secara umum, sayuran merupakan makanan pembentuk basa. Sementara sumber karbohidrat dan sumber protein merupakan makanan pembentuk asam. Untuk mendapatkan kombinasi makanan serasi, sehingga tercipta pH tubuh netral, secara gampang kita bisa berpegang pada pola kombinasi asam-basa berupa makanan sumber karbohidrat + sayuran atau sumber protein + sayuran.
Dengan berpedoman pada pola demikian, akan mudah bagi kita untuk menyusun menu makanan sehari-hari atau memilih makanan yang tersedia di hadapan kita tanpa harus berpantang. Kombinasi makanan serasi tersebut bisa ditukargantikan untuk dinikmati baik pada saat makan siang maupun makan malam. Namun hendaknya dalam sehari bisa terisi dengan kedua kombinasi tersebut, agar tubuh cukup mendapatkan kalori, protein, dan mineral. Hanya jika terpaksa kita bisa menggandakan salah satu kombinasi dalam sehari. Misalnya, menyantap kombinasi karbohidrat + sayuran pada saat makan siang maupun makan malam. Hal ini masih lebih baik daripada makan hidangan dengan kombinasi tidak serasi.
Ada pengecualian untuk sumber protein berupa tempe dan tahu. Fermentasi tempe dan proses pengolahan kedelai menjadi tahu telah memecah ikatan proteinnya, sehingga protein tempe-tahu mudah dicerna. Karena itu, tempe dan tahu bisa disantap bersama dengan sumber karbohidrat. Demikian pula dengan kedelai, karena merupakan makanan pembentuk basa.
Kombinasi sumber karbohidrat + sumber protein, misalnya nasi dan rendang, merupakan kombinasi makanan yang tidak serasi. Soalnya, keduanya merupakan makanan pembentuk asam, sehingga dapat makin meningkatkan   keasaman tubuh. Dalam pengertian awam dengan bahasa yang lebih sederhana, food combining tidak membenarkan karbohidrat ketemu protein. Pasangan ideal bagi karbohidrat maupun protein adalah sayuran.




PANDUAN POLA MAKAN FOOD COMBINING
Pedoman berikut memudahkan kita, terutama para pemula, untuk menerapkan pola makan food combining tanpa harus bingung menghafal kombinasi asam-basa.


MENU SEHARI YANG IDEAL
1 menu buah-buahan
1 menu karbohidrat + sayuran
1 menu protein + sayuran

VARIASI MENU SEHARI JIKA MENU IDEAL TAK MUNGKIN DILAKSANAKAN
Variasi 1
1 menu buah-buahan
2 menu karbohidrat + sayuran

Variasi 2
2 menu buah-buahan
1 menu karbohidrat + sayuran

Variasi 3
2 menu buah-buahan
1 menu protein + sayuran

Variasi 4 (jika sulit memperoleh buah segar) 
2 menu karbohidrat + sayuran
1 menu protein + sayuran

Lalu apa bedanya food combining dengan pola makan 4 sehat 5 sempurna yang mengutamakan keseimbangan gizi? Dasarnya sama. Food combining tetap mempertahanakan 4 sehat 5 sempurna. Cuma pola makan ini memperhitungkan siklus pencernaan tubuh manusia - pencernaan, penyerapan dan pembuangan – yang ternyata berlainan intensitasnya pada pagi, siang dan malam. Selain itu, juga diperhitungkan sifat asam basa makanan sehingga ada kombinasi-kombinasi makanan tertentu yang tidak dianjurkan karena menghambat kelancaran kerja pencernaan tubuh.
Kenyataan yang Sederhana
Dari beberapa faktor alamiah inilah disusun prinsip-prinsip dasar food combining :
  • Tubuh mempunyai siklus-siklus pencernaan, penyerapan dan pembuangan yang berbeda intensitasnya.
  • Ada makanan yang boleh dikombinasikan dan dimakan bersama, ada pula yang tak serasi
  • Setiap makanan butuh waktu pencernaan yang berbeda
Hanya dengan memanfaatkan prinsip-prinsip ini, kerja pencernaan tubuh sudah bisa dijaga agar tetap dalam kondisi maksimal.
Sebetulnya kenyataannya begitu sederhana. Jika fungsi pencernaan bekerja maksimal, dengan sendirinya penyerapan gizi akan berjalan lancar dan pembuangan racun tubuh tidak terhambat. Hasilnya, pastilah tidak bisa lain adalah tubuh yang sehat.
Nah, gimana? Tertarik ga dengan program diet ala Food combining?


1 komentar:

ella mengatakan...

saya ingin copy menegenai hal food combaining ini diblog ya, apakah boleh?

Poskan Komentar